Heboh! Beredar Video Kekerasan di STIP, Kemenhub: Itu Tahun 2008

Heboh! Beredar Video Kekerasan di STIP, Kemenhub: Itu Tahun 2008 - Beredarnya video yang menunjukkan kekerasan di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Pihak Kementerian Perhubungan menegaskan video tersebut merupakan video kekerasan delapan tahun silam.

"Itu kejadian 2008 belum pakai pangkat Chevron," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Wahju Satrio Utomo saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (15/1/2017).

Pria yang akrab disapa Tommy itu menjelaskan kejadian dalam video yang beredar itu menewaskan Agung Bastian Gultom. Sementara empat pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Agung sudah diproses secara hukum dan dipecat dari STIP.
BACA JUGA:
Foto Sederhana Yang Membuat Netizen Tertawa dan Nangis Terharu
"Yang meninggal saat itu Agung Bastian Gultom. Keempat pelakunya sudah dipenjara kena empat tahun dan sudah dipecat dari sekolah dan kena pidana juga," jelas Tommy.

Tommy menyayangkan video yang mempertontonkan kekerasan pada 2008 itu kembali diangkat. Padahal para pelaku kekerasan tersebut sudah dipidana dan dipecat dari sekolah mereka.

"Jadi 2008 diangkat-diangkat lagi enggak tahu siapa. Harusnya kan mengembalikanlah suasana yang kondusif jangan diangkat-angkatlah yang lama," keluh dia.

Dia kemudian membandingkan kekerasan di lorong-lorong kampus pada 2008 itu menjadikan pihaknya belajar dari kesalahan. Saat ini sebagai pengawasan sudah dipasang CCTV di lorong-lorong Sekolah dan barak.

"Sekarang sudah ada CCTV di kampus-kampus, enggak mungkin (terjadi pengiayaan), itu lorong-lorong kejadiannya kan. Sekarang CCTV (sudah di pasang di setiap lorong dan barak," papar Tommy.

Tommy menambahkan pengawasan kali ini jauh berbeda dengan masa itu. Saat ini antara barak taruna senior dan junior sudah dipisahkan dengan kawat berduri setinggi tiga meter dan diberlakukan jam malam.

"Jauh sekali perbedaannya, yang sekarang itu barak antartaruna itu dipisahkan oleh pagar senior-junior. Tingginya 3 meter ada kawat berduri pukul 22.00 WIB malam sudah tidur," kata dia.

Dengan pengawasan tersebut Tommy menyebut pengawasan sudah lebih ketat. Dia kemudian mengisahkan penganiayaan terhadap Amirullah Adityas Putra yang dilakukan di barak senior.

"Ternyata kemarin hasil investigasi taruna junior itu dipanggil oleh taruna seniornya di barak sebelah. Lalu dia masuk dengan cara lewat bawah pagar, jadi enggak naik tapi di bawah pagar seperti dilobangi gitu dan menerobos lewat situ," urai dia.

Berikut Video Kekerasan di STIP Yang Hebohkan Netizen:

Dia mengaku tak habis pikir anak didiknya melakukan pelanggaran hingga mengakibatkan tewasnya salah satu tarunanya. Dia pun menyayangkan peristiwa tersebut.

"Jadi tidak ada, ya kita tidak mengira ada yang menggali tanah di bawah pagar itu. Wong pagar sudah tinggi kok. Ini anak-anak memang. Itu kan sudah melanggar, taruna juniornya pun sudah melanggar harusnya dia engak bisa keluar dari barak pukul 22.00 WIB apalagi menuju taruna seniornya kan enggak boleh kan dilarang tapi dilakukan dengan cara seperti itu," keluh dia. | detik.com
0 Komentar untuk "Heboh! Beredar Video Kekerasan di STIP, Kemenhub: Itu Tahun 2008"
Back To Top