Video: Sepeda Mahal Si Bule vs Sepeda Tua Milik Petani

Video: Sepeda Mahal Si Bule vs Sepeda Tua Milik Petani - Banyak orang yang tidak menyukai barang yang sudah tua karena dianggap sudah tak mempunyai manfaat yang prima seperti pada masa barunya dulu. Barang yang sudah tua juga sering sekali disepelekan karena terlihat rapuh dan mudah rusak, sehingga sangat tidak mungkin untuk melakukan hal yang cukup berat.

Eits, jangan salah sangka terlebih dahulu. Seorang pria yang bersepeda di Dabeiba, Kolombia, ini justru mengalami moment yang membuatnya melongo.

Bagaimana tidak, ia memiliki momen lucu saat bersepeda menaiki tanjakan dengan sepeda gunungnya yang jika dijual akan mempunyai harga yang cukup mahal. Pada video yang diunggah oleh akun Facebook Biking Man, 4 Januari 2017 lalu ini telah mengundang perhatian banyak netizen dari berbagai belahan bumi.

Bukan karena kehebatan sepeda miliknya, akan tetapi ketika ia menaiki sebuah jalan menanjak, ada seorang petani yang juga mengayuh sepeda untuk naik ke atas bukit.

Ia yang memang gemar berolahraga terlihat seperti merasa heran dengan petani yang menggunakan sepeda tua untuk naik bukit.

Dalam menit-menit pertama ia yang mengayuh cukup bertenaga ingin mendahului si petani, dan si petani pun nampaknya tak mau kalah. Pada menit berikutnya ternyata ia mencondongkan badannya dan mencoba berdiri untuk menambah kecepatan laju sepeda. Namun si petani malah tetap santai.

Simak Video Sepeda Mahal Si Bule vs Sepeda Tua Milik Petani berikut ini:

Cukup menghebohkan bukan? Pasalnya, seorang pria yang menggunakan sepeda gunung mahal harus kalah dengan pria tua yang disebut-sebut seorang petani dengan sepeda tua. Video kurang dari satu menit ini pun sempat membuat netizen mengundang gelak tawa netizen. Jadi mulai sekarang jangan memandang sesuatu sesaat ya. | postshare.co.id

Terima kasih telah membaca artikel Video: Sepeda Mahal Si Bule vs Sepeda Tua Milik Petani, update terbaru seputar berita foto dan video yang jadi viral.

0 Komentar untuk "Video: Sepeda Mahal Si Bule vs Sepeda Tua Milik Petani"
Back To Top